Pengalaman Membawa Bayi Naik Pesawat

Pada tanggal 15 Februari kemarin, kami sang ortu nekat aji mumpung pak su libur sebulan, pergi ke Belitung. Kalau ke sananya setahun lalu tentu nggak ada masalah. Bakal jadi semacam hanimun ke dua #etdah. Taaaapiiii… bagaimana kalau liburan ke pulau bawa BAYI. Yup, you read it right, baby. B-A-Y-I.  Continue reading

Advertisements

Perang Dunia Ibu-ibu

Peperangan ini belumlah lama berlangsung. Paling rame perangnya di Facebook karena cakupan pertemanan yang lebih banyak dan fiturnya yang bikin status lebih mudah viral. Dugaan kuat, pemudi-pemudi ngehits kekinian pada jamannya ramai-ramai bikin akun di tahun 2000-an akhir (aku termasuk nih). Kini mereka mayoritas sudah menikah dan memiliki anak. Status-status Facebook yang semula alay, campur dengan angka-angka, kenalan-kenalan online leh nal?, dan berisi dengan kegalauan cinta monyet berubah menjadi serentetan foto pernikahan, status tentang pekerjaan rumah/kantor, dan keseharian keluarga dan anak-anak. Para mahmud (mamah muda, red) ada yang bekerja, ada yang full di rumah, ada yang bekerja di rumah, ada yang anaknya banyak, ada yang anaknya baru satu, ada yang punya anak aja belum, ada yang masih mengejar karir, ada yang belum menikah, dll. Mereka pun mulai beradaptasi dan merumuskan apa yang baik menurut keadaannya.

Continue reading

Mie Goreng Jawa

Lagi-lagi ada bahan sisa (mie telur yang sehari sebelumnya dipakai untuk membuat mie godog). Berhubung saya dan suami masih berdua, sering sekali ada bahan makanan yang tersisa. Bahkan meskipun membeli dalam jumlah minimum pun terkadang masih bersisa. Sayang sekali kalau ada bahan yang terbuang. Beruntung banyak jenis masakan yang bisa dibuat dengan teknik daur ulang ini. Mie Goreng (Jawa) resep dari Ibu ini salah satunya.

Continue reading

Mie Godog Jawa

Entah dapat wangsit darimana, tetiba suami minta dibuatkan mie godog jawa. Bingung juga karena saya sebagai orang Jawa tidak tahu yang mana mie godog jawa yang dimaksud. Eh, ternyata mie rebus yang biasa dijual di pinggir jalan :p . Sewaktu saya masih tinggal di Solo, banyak sekali penjual mie godog ini. Tapi kami terbiasa menyebutnya mie godog saja tanpa ada embel-embel ‘Jawa’ karena memang sedang berada di Jawa dan memang begitulah cara kami mengolah mie telur. 😀

Continue reading

Es Pisang Ijo

Sudah lama ingin membuat es ini. Akhirnya dengan bahan yang ada berhasil juga pada percobaan pertama. Di resep aslinya pisang yang digunakan (sepertinya) haruslah pisang raja. Namun, ternyata dengan pisang kepok pun enak juga. 🙂 Demi alasan kepraktisan, saya tidak memakai santan dari kelapa parutan sendiri. Pakai SUN Kara sebagai pengganti santan. Berikut resep anti gagalnya.

Continue reading

Soto Ayam Praktis

Di dalam kulkas ada sedikit ayam, kecambah sisa membuat bakwan kemarin, mi soun sisa membuat tahu kupat kemarin, dan daun bawang. Di lemari, bumbu masih komplit. Di hati sedang malas ke pasar. Aha! Soto Ayam Praktis bisa menjadi menu andalan :).

Tinggal rebus soun, ayam, dan kecambah. Campur bumbu sederhana dan tararaa… Wahai newlyweds, tidak perlu takut gagal dengan mengikuti resep di bawah ini 🙂

Continue reading

Ayam Masak Mentega

Beberapa kali sempat terpikir untuk memasak makanan yang agak-agak berkelas: menggunakan bawang bombay dan mentega (dalam resep margarinlah yang dipakai :p ). Karena saya sangat suka masakan manis (khas Solo), terpilihlah Ayam Masak Mentega ini. Mudah, praktis, dan manis enak. Cukup berhasil untuk kali pertama membuatnya. Berikut resepnya. Selamat mencoba :). Continue reading

Gething Nyandhing ~ Jakarta

Awal tahun lalu, Jakarta masih merupakan kota terkutuk: macet lah, banjir lah, sumpek, harga-harga mahal, banyak demo, dll dst dsb. Namun, tahun 2014 belum juga berganti, Jakarta sekejap menjelma menjadi kota impian. Sisa tahun kuhabiskan dengan menye-menye (kalau tak mau disebut menyedihkan) menyadari bahwa Kota Solo yang selama ini kubangga-banggakan perlahan redup pamornya. Continue reading