Pertemuan

Dalam hidup kita, begitu banyak orang yang datang. Ada yang tetap tinggal. Namun, ada pula yang pergi. Di antara mereka yang pergi, ada yang tidak meninggalkan kesan sedikit pun, ada pula yang meninggalkan kenangan yang tidak bisa dilupakan. Di antara kenangan tersebut, ada yang indah, ada yang menyakitkan, yang misterius, yang bermakna, dll. Namun yang pasti, di antara semua kenangan itu sarat tersimpan pembelajaran yang seharusnya mampu kita petik.

Telah kusaksikan begitu banyak orang pergi. Untuk mereka yang tidak memiliki ikatan yang terlalu kuat, terkadang mereka pergi begitu saja tanpa disadari. Untuk sahabat-sahabatku yang kini telah memiliki kehidupannya sendiri di tempat lain, menuntut ilmu atau bekerja, hanya bisa kulepaskan dengan senyuman. Karena aku tahu, mereka meneruskan kehidupannya. Jodoh mereka denganku mungkin saja sudah selesai.

I believe as some say that fate is woven together like a cloth. So that one’s destiny intertwines with many others. It lives within us. It’s the one thing we search for or fight to change.  We only have to be brave enough to see it. (BRAVE)

Namun, saat ada yang pergi, ada pula yang datang. Setiap orang berbeda. Setiap orang memiliki kepribadian masing-masing, kelebihan dan kekurangan masing-masing. Penerimaan tentang kita pun akan berlainan. Ada yang dengan mudahnya menyukai kita, ada yang menganggap kita angin lalu, ada yang kurang menyukai kita. Pelajaran baru pun datang.

Umpamakan saja hidup ini seperti game RPG. Di setiap tempat, di berbagai level, kita selalu bisa menemukan orang, tempat, atau bahkan benda yang bisa memberikan kita item tertentu. Di dalam game, item itu bisa berupa senjata, informasi, kekuatan baru, dll yang bisa digunakan untuk pertarungan level selanjutnya. Sama halnya dalam kehidupan kita, di setiap tempat yang kita datangi, di setiap orang yang kita temui, bahkan di setiap barang yang baru kita beli selalu terdapat item yang menawarkan sesuatu jika kita cukup cerdas untuk menyadarinya. Ada yang menawarkan item pahala, ada yang memberikan item pengetahuan/ilmu, ada yang memberikan item teka-teki ujian, ada pula yang memberikan jalan menuju rejeki, dsb.

Namun, tidak semua item itu mudah untuk didapatkan. Ada yang malah membuat kita harus terpukul mundur dan tidak jadi mendapatkan item yang diinginkan. Saat itulah terkadang kita mengeluh, “Kenapa kita harus bertemu dengan orang ini.”

But, hey, that’s your destiny. God has destined it. Pertemuanmu dengan orang itu, tempat itu, benda itu, adalah sesuatu yang ditakdirkan-Nya. Apakah kau menyalahkan Tuhan atas ketidakberdayaanmu sendiri? Atas kebodohanmu dalam memilih sikap? Lihatlah, betapa lemahnya manusia yang suka mengeluh.

Ingat aturan senior kala MOS: pasal 1) Senior selalu benar, pasal 2) jika senior berbuat salah, ingat pasal satu. (Tidak bisa tidak saya harus mengkritisi perilaku meniru Tuhan dari ‘kakak-kakak senior’ ini, tapi sudahlah, kalau sudah dewasa pasti tidak akan menggunakan pendekatan semacam ini lagi J). Mari kita ubah pasal 1 menjadi 1) Allah tidak pernah salah dan pasal 2) jika Allah berbuat salah, ingat pasal satu. Mungkinkah Allah berbuat salah? Tidak. Maka dari itu ketika timbul pikiran kita tentang betapa salahnya kita sudah pernah bertemu dengan si A, si B, dkk, ingatlah bahwa Allah Maha Benar. Kitalah yang tidak mampu mengambil hikmah yang sudah disiapkan oleh-Nya di balik pertemuan itu.

Walau nyatanya, game RPG jauh lebih mudah dari game kehidupan itu sendiri, namun, di setiap game pasti tercantum common goal yang bisa dicapai oleh semua player. Entah itu berupa ‘perdamaian dunia,’ ‘kebaikan menang atas kejahatan,’ ‘pertemuan dengan orang yang dicintai,’ atau ‘eternal glory.’ Yang pasti sekarang, semua ‘pemain’ mau tidak mau sedang digiring oleh Game Master untuk menuju ke arah itu. Tinggal mampukah kita untuk mengumpulkan item sebanyak-banyaknya dan meraih eternal glory atau yang biasa kita sebut dengan keabadian surga dan pertemuan dengan Dia Yang Maha Cinta.

p.s.

masih untuk diriku yang ingin memiliki pemahaman murni akan cinta-Nya

~This morning petrichor~

Advertisements

5 thoughts on “Pertemuan

  1. so i guess there’s no meet-up that we shall despise, huh? 🙂 duuuh i like this.. haha
    even the so-called-wrong decision may not be so wrong, when we finally know the silver lining 😉 ehehe

Mari berdiskusi... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s