Saat di Bandara Suvarnabhumi

Petugas Imigrasi Thailand? Mereka galak. Sungguh. Sekali lagi, mungkin saja saya yang sedang dirundung ‘komedi’ sehingga menyaksikan kegalakan petugas bandara Suvarnabhumi (baca: Suwanapom). Saat mendarat memang banyak turis-turis asing dan ada beberapa yang susah diatur (ibu-ibu berbahasa Indonesia, ~nggak kenal)  sampai harus dibentak. *oh*
Image
Bahasa Inggrisnya juga terdengar sangat aneh di telinga. Sangat sulit mengerti apa yang mereka katakan karena mereka sepertinya susah membedakan pengucapan ‘voice’ dan ‘voiceless’ seperti ketika mengucapkan ‘Good’, terdengar seperti ‘Could’. Mungkin karena saya sering mendengar orang Jawa yang medok ngomong Inggris yang hasil Bahasa Inggrisnya super cetho banget di telinga, mendengar orang dengan lidah Thailand ngomong Inggris jadi bingung. Huruf ‘L’ juga terdengar aneh. Saat ada yang bertanya ‘Do you have belt?’ saya menangkap ‘To you have beot?’. Apa? I have… what?. ‘Beot. Beot.’ Sambil menunjuk-nunjuk pinggang. Owalah, belt.

Untuk melancarkan proses masuk imigrasi dan menghindari terjadinya percakapan panjang menggunakan bahasa Inggris terlalu banyak apalagi menghindari diumpat-umpat pakai bahasa Thailand karena misunderstanding, berikut yang sebaiknya dan seharusnya kita lakukan:

Step 1: Ketika Masih di Pesawat

Sesaat sebelum mendarat, kita akan diberi kertas imigrasi yang harus diisi lengkap. Isilah dengan lengkap! Isi semua kolom. Saat itu juga. Jangan menunda sampai pesawat mendarat. Bolpoin ada di bagasi? Malas mengeluarkan tas yang ada rak penyimpanan di atas tempat duduk? Tidak memiliki bolpoin? Pinjam tetangga di sampingmu. Lebih baik beramah-ramah dengan penumpang pesawat sambil meminjam alat tulis daripada disembur petugas imigrasi dengan kata-kata yang kamu tidak mengerti. Lebih baik lagi jika kamu sudah mempersiapkan bolpoin sendiri. Sumpah, sangat tidak enak rasanya diumpat menggunakan bahasa yang tidak kamu kenal (melihat kasus pengumpatan seorang ibu-ibu di imigrasi). Bahkan, meskipun kamu berencana baru akan booking hotel setelah sampai di Bangkok, tetap isi bagian tersebut. Isi dengan nama tempat di mana kamu berencana akan tinggal. Tidak masalah jika ternyata kamu menginap di tempat lain. Toh, mereka tidak akan memeriksa kebenarannya (Ups…). Pokoknya, isi lengkap! Titik. Jika kertas tersebut sudah terisi lengkap, insyaAllah kamu tidak harus bercakap-cakap lama dan berkesempatan diomeli di bagian imigrasi oleh petugas. :D.

*ikut-ikutan galak nih* 😀

Step 2: Saat di Imigrasi

4. WELCOME TO SIA BKK-SUVARNABHUMI INTERNATIONAL AIRPORT (4)

  1. Keluarkan passport. Sisipkan kertas tadi di dalamnya. Kalau perlu siapkan bolpoin untuk jaga-jaga (tidak ada ruginya berjaga-jaga kan?). Niscaya ketika ada petugas yang memeriksa kelengkapan administrasi di deret antrian, anda akan mendapatkan ucapan ‘Could’ yang artinya ‘Okesip.” 😀
  2. Saat mengantri. Jangan bandel. Jangan takut terpisah dari rombongan jika kamu berombongan. Ketika di depan box imigrasi ada yang kosong, segera isi. Jika petugas menyuruhmu untuk antri di depan box imigrasi yang agak jauh dari tempatmu berdiri, tidak perlu mengeluh, tidak perlu bandel, menurutlah agar anda selamat dari semburan maut. Tidak perlu menunggu teman di belakang, tidak perlu menunggu dibentak. Toh kamu pasti akan bersatu lagi dengan temanmu setelah proses pengecapan passport selesai. (eh, kenapa jadi galak gini, :D).
  3. Ambil bagasi. Dulu saya memilih tidak membawa bagasi karena memang mengantisipasi membengkaknya anggaran. Ambil bagasi insyaAllah tidak berbeda dengan ambil bagasi di Indonesia. Kayaknya lho ya.. 😀
  4. Berfoto di bandara sih boleh-boleh saja. Euphoria sampai di tempat asing itu memang tidak ada duanya. Liat ada yang asing sedikit, ambil foto. Ada yang unik sedikit, foto. Ada yang menunjukkan bahwa ini adalah negara X, foto. Tapi jangan kebanyakan ya. Apalagi kalau tempatnya crowded. Kalau tiap beberapa meter sekali ambil gambar, kamu tidak hanya akan mendengar omelan dalam bahasa Thailand oleh petugas bandara, namun juga omelan bahasa asing lain dari sesama turis. 😀 Intinya, yang berlebihan itu memang tidak baik. 😀
  5. Saat berada di escalator datar berjalan (maaf saya tidak tahu namanya, :D). Memang melelahkan setelah duduk selama tiga jam di pesawat. Maka dari itu, di beberapa bandara disediakan escalator berjalan untuk penumpang yang baru mendarat, termasuk di Suvarnabhumi (baca: Suwanapom). Tapi bukan untuk kita berdiri sambil menunggu escalator membawa kita sampai tujuan seperti saat kita di mall. Sebaiknya kita tetap berjalan. Fungsi dari escalator ini adalah untuk mempercepat jalan kita sampai ke bagian imigrasi. Bukan sebagai mesin pengangkut dan pemindah tempat. Bahkan beberapa turis (terutama yang mukanya terlihat bule dan businessman) lebih senang berjalan di luar fasilitas escalator tersebut dan mereka berjalan lebih cepat dengan langkah kaki yang panjang-panjang daripada yang naik escalator.
  6. Memilih angkutan menuju kota. Ada beberapa jenis transportasi yang bisa kita pilih untuk menuju pusat kota. Seperti Airport Bus, taxi, dll. Untuk mengakses kendaraan tersebut, kita harus turun ke lantai level 1. Untuk turis pemula tanpa kemampuan bahasa yang baik dan tanpa uang yang berlimpah, dan jika beruntung memiliki teman seperjalanan, sebaiknya pakai taksi karena pertimbangan sebagai berikut:
  • jatuhnya lebih murah. Taksi dihitung per jalan bukan per jumlah penumpang. Pengalaman saya naik taksi dari Suvarnabhumi ke Sathorn hanya dikenai biaya 450 Baht dibagi 4 orang. Sudah termasuk highway cost alias ongkos jalan tol 2x. Jika dihitung per orang dikenai 34.000.
  • langsung sampai tempatnya, tanpa bingung-bingung lagi sambil menyeret-nyeret koper, jadi bisa langsung istirahat
  • bisa ngobrol dengan supir taksi-nya meskipun memakai bahasa isyarat. Akan sangat beruntung jika kita mendapatkan supir taksi yang bisa berbahasa Inggris. Tetapi setidaknya supir taksi bandara bisa membaca huruf alphabet. 😀
  • Jika kamu sendirian, baiklah, Airport Bus adalah pilihan yang paling bisa dijangkau. Tarif 150 baht atau sekitar 45000 untuk berbagai jurusan.
Advertisements

Mari berdiskusi... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s