Exploring Bangkok

Image

 

Tahun lalu (tepatnya tanggal 20-24 September 2012) saya mendapatkan kesempatan berpartisipasi di event APMUN 2012 yang bertempat di Kota Bangkok, Thailand. Acara tersebut merupakan simulasi sidang PBB yang diadakan atas kerjasama AIT, UNESCO, ARCMDG, UN ESCAP, dan Royal Thai Government.

Sebelum acara, saya sengaja datang dua hari lebih cepat untuk bisa menikmati suasana Bangkok terlebih dahulu. Apalagi memang karena tiketnya lebih murah di tanggal tersebut #modus :p. Daaannn… the adventure turned out quite different from what I had expected. Sebelumnya terbayang suka-sukanya melanglang buana di negeri orang tanpa bimbingan dosen/ortu, tanpa terkekang jadwal tourism agency, dll dsb dst. Pesan hotel. Check. Tiket pesawat? Rebes. Buku Panduan Backpacker di Thailand? Check. Daftar bahasa Thailand sederhana? Sudah. Kemampuan bahasa Inggris? Cis cuss. Map? Sampun. Packing lalala, sampai di Bangkok dan betapa terkejutnya saat petugas imigrasi yang biasanya kemampuan bahasa Inggrisnya (seharusnya) wahid tapi pronunciation pun sama sekali tidak jelas. Sempat salah denger, kata ‘Good’ terdengar seperti ‘Kut.’ Aih.. T.T. Mungkin saat itu saya saja yang kurang beruntung sehingga berinteraksi dengan petugas bandara yang pronunciation-nya aneh. Mungkin saja ya… mungkin.. *positive thinking*

Perlu diketahui, sedikit orang Thailand yang mahir menggunakan bahasa Inggris. Bahasa Inggris hampir-hampir tidak berguna di sini. Jika kamu mencoba menjelajahi tempat yang bukan tourism spot, akan lebih sulit lagi karena papan penunjuk arah kebanyakan ditulis dengan huruf ‘keriting’ tanpa alphabetic translation. Bertemu dengan orang Thailand yang bisa berbahasa Inggris basic saja rasanya seperti dengan bertemu artis Hollywood — super alhamdulillah banget. Namun, masalah belum selesai. Untuk bisa menyampaikan sesuatu yang sederhana sekali pun bisa memerlukan waktu sampai 15-an menit. Hosh!

Juga, jangan mengandalkan taksi, karena bahkan di antara supir-supir taksi yang sama sekali buta bahasa Inggris, mereka juga tidak bisa membaca huruf latin saat kita menunjukkan alamat. Sungguh, bahasa lokal itu perlu sekali untuk dikuasai sebelum memutuskan untuk eksplorasi ria. Namun, bukan berarti tidak bisa ber-backpacker dan bersenang-senang di negeri berbahasa antah-berantah tersebut. Berikut tips-tips yang bisa saya bagi untuk yang ingin Exploring Bangkok tanpa kemampuan berbahasa lokal atau bahkan kemampuan berbahasa Inggris.
~Welcome to กรุงเทพมหานคร (Krung Thep Maha Nakhon)~

Advertisements

Mari berdiskusi... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s