Boleh Dong Egois

Pengertian

Egois adalah sifat mementingkan diri sendiri dan menganggap diri sendiri lebih penting daripada orang lain.

Waktu kita SD, egois adalah salah satu perbuatan tercela. Meski tercela, tapi tetep dilakukan juga walau rada-rada jaim karena keberadaannya kadang tidak bisa dipungkiri. Egois baik, kok. Malah kita sebaiknya egois. Makanya nggak usah jaim. Kalau mau egois, egois aja. Loh?

Sebaiknya egois?

Manusia memiliki sisi dualisme: makhluk sosial sekaligus makhluk individu. Kita tidak pernah bisa 100% sosial dan meninggalkan sisi individualitas, juga sebaliknya. Selalu ada waktu ketika salah satu dari dualisme kepribadian itu akan saling tarik menarik sehingga ada yang pada akhirnya mendominasi.

Di masyarakat, egois dimaknai sebagai suatu hal yang negatif. Mementingkan diri sendiri, menganggap diri lebih penting. Sebel banget deh pokoknya klo denger kata egois. Tercela ya? Eits, tapi egoisme itu juga penting untuk dipelihara, bahkan baik. Lhoh?

Contohnya nih, egoislah. Ketika temanmu membutuhkan pertolongan. Bukan maksudnya jangan ditolong. Justru tolonglah dia. Karena nih:

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah).

Baliknya ke kita lagi, nih. Egois nggak tuh? Jahat, ya? Enggak jahat. Hehe.

Egoislah. Ketika melewati kotak amal sementara uang di dompet menipis. Bukan maksudnya lewatin aja kotaknya. Tapi, sisihkanlah uangmu untuk kotak itu, untuk disalurkan pada yang membutuhkan. Siapa yang membutuhkan? Para yatim piatu, tunawisma, fakir miskin, dan kita sendiri (ups ~_~). Allah berfirman,

Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya” [Saba’ : 39].”

Tuh kan balik lagi ke kita. Apalagi nih klo dompet lagi tebel, wah, harus makin banyak lagi sedekahnya, biar kayak yang di hadist ini:

Barangsiapa menginfakkan hartanya di jalan Allah maka di tetapkan pahala baginya 700 kali lipat“ (HR. Tirmidzi : 6/363 dengan sanad hasan).

Nggak main-main, 700 kaliiiiii!!! (kalap). Itu nggak cukup balik modal doang. Menang jackpot nih, 700 kali. Siapa yang nggak mau? Egois banget kan? :p

Egoislah. Ketika kita punya ilmu dan ada teman yang belum mengetahuinya, atau ada teman yang menanyakannya. Bukan maksudnya jangan dibagi. Tapi bagikanlah. Jangan samakan ilmu kayak beras. Beras dibagi, bakal berkurang jumlahnya. Tapi, ilmu justru akan lebih bertambah dengan mengajarkannya pada orang lain. Siapa yang nggak mau ilmunya nambah? Makanya yuk bagi-bagi. Egois lagi nih :p.

Egoislah. Ketika temanmu sedang dalam kesulitan. Bukan dengan membiarkan saja. Tapi bantulah. Karena:

Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan2 dunia, Allah akan menyelesaikan kesulitan2nya di hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat (HR. Muslim).

Nah, jadi semangat kan bantu orang lain? 🙂 Duh, egoisnya.. 😀

Egoislah. Ketika ada yang bersalah pada kita. Bukan berarti jangan dimaafkan. Tapi maafkanlah, entah dia meminta maaf atau tidak pada kita. Karena dengan memaafkan, kita juga akan mendapatkan pahala dari Allah seperti yang dibilang di sini:

Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (Asy-Syura: 40).

Terus diampuni pula dosa-dosa kita seperti yang dikatakan di sini

“Tiada seorangpun yang dilukai pada tubuhnya dengan satu luka lalu dia bersedekah dengannya (maksudnya : dia memaafkan dan tidak menuntut balas kepada orang yang melukainya) melainkan Allah Ta’ala menghapus darinya dosa sebesar yang dia sedekahkan (maksudnya : senilai dengan pemberian maaf yang dia berikan kepada orang yang melukainya) HR. Ahmad.

Nah, sekarang Afika mau kan maafin Marwan? Mau dong. :D. Sumpah, egoisnya tingkat dewa >.<

Dan sepertinya saya tidak mampu lagi mengumpulkan egoisme-egoisme lain untuk dibahas di sini. Pokoknya, kalau harus mementingkan diri sendiri, totalitas dong? Niat nggak buat jadi egois? #ehh. Kalau cuma egoisme sempit seperti: ini punyaku, kamu nggak boleh pinjem, itu egoisme anak kecil. Kalau cuma egoisme, biar aja, nggak usah dikasih tahu, biar dia belajar sendiri. Itu kurang egois, kurang banget. Perlu dinaikin levelnya jadi egois tingkat dewa. 🙂

Dengan mempraktekkan egoisme seperti ini, kita juga belajar menjadi makhluk sosial. Kita belajar menyayangi orang lain, karena tanpa mereka, kita tidak bisa egois. Kita belajar menghargai orang lain, karena mereka udah kita egoisin, masak nggak ada terimakasih-terimakasihnya.  Kita belajar untuk tolong menolong dalam kebaikan, ya masak iya kita egois sendirian, dia boleh egois juga dong lewat kita :). Egoisme bisa mengantarkan kita pada rasa kebersyukuran. Bersyukur telah diberi kesempatan mengenal orang-orang baik (dan mungkin juga yang tidak baik) yang sudah diegoisin. Karena lewat mereka, Allah memberikan jalan bagi kita untuk beramal. Dan bagi mereka, pertolongan Allah telah datang membantu mereka lewat kita.

Tapi bukan berarti egoisme semacam ini membelokkan niat kita untuk ikhlas. Justru akan menambah keikhlasan karena banyak kan yang diem-dieman atau terang-terangan suka ngomong “nggak ada yang gratis di dunia ini.” Allah ngerti banget dong masalah ini. Makanya udah dari lama Allah berfirman:

“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri (Al Israa’ :7)

Kalau pada akhirnya Allah mengganti perbuatan kita dengan balasan yang baik, kenapa tidak? Egoislah, egois yang bermanfaat bagi diri sendiri sekaligus bagi orang lain. Kalau boleh ambil dua, kenapa pilih satu? :).  Jadi, nggak usah jaim lagi. Boleh dong egois. 🙂

spongebob_large

p.s.

Kalau ada kesalahan atau ada yang kurang berkenan, teman-teman tolong beri masukan, ya. Soalnya posting kali ini saya akui memang rada-rada raditya dika, ee.. radikal maksudnya.. 🙂

Advertisements

Mari berdiskusi... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s