Water Guava vs Water Apple

Water Guava vs Water Apple

Apa bahasa Inggrisnya jambu air? Dengan ragu, water guava-lah yang muncul di kepala. Secara, jambu= guava, air= water. Dan karena struktur kata benda dalam bahasa Inggris itu adalah DM (bukan MD seperti dalam bahasa Indonesia), susunannya pun dibalik jadi water guava. Namun saya bingung juga, karena tidak selalu nama-nama benda seperti ini memiliki ide yang sama di bahasa lain. Orang Indonesia mungkin melihat si jambu air ini lebih mirip jambu daripada apel. Namun, orang Inggris berpendapat lain. Mereka menganggap si jambu air ini sodaraan dengan apel. Jadilah, bahasa Inggris yang tepat dari si jambu air ini adalah water apple.
Tidak terima? Saya orang Indonesia dan saya tidak terima. Tapi hey, bahasa bukan barang dagangan di pasar. Tidak bisa ditawar-tawar kecuali mau bingung bin salah paham dengan si empunya bahasa alias native speaker.
Sebenarnya agak memalukan juga baru mengetahui hal ini. Tapi, namanya juga masih belajar.
Anda sudah tahu? 😀

p.s.
false cognates
Adults, too, find amusement, joy, and frustration in lexical correspondences and contrasts between language they are learning (Hatch and Brown, 1995: 126).

Deterjen Berhadiah Piring Cantik

IMG20131009003
Biasanya, piring cantik begini nih buruan ibu-ibu. Piring cantik, gelas cantik, payung cantik, semua yang cantik-cantik. Nah, jarang sekali saya memperhatikan bonus yang cantik-cantik macam ini karena yang saya beli memang bukan hadiahnya, tapi barangnya. Selain itu, bonus cantik ini lebih terdengar sebagai olok-olokan di telinga saya karena seringkali piring cantik dan kawan-kawannya jadi materi dagelan di setiap situasi komedi setiap hari. Namun, kemarin, deterjen yang biasa saya pakai menghadiahi saya piring cantik. Ternyata bahagia loh dapat piring cantik. 😀
Akhirnya saya paham kenapa ibu-ibu itu suka beginian. 😀

Gunung Lawu dari Kejauhan (Belakang Terminal Tirtonadi Solo)

belakang terminal tirtonadi

Jarang-jarang bisa melihat pemandangan langit pagi yang begitu indah. Bukan berarti saya malas bangun pagi, hanya saja pagi hari bukanlah waktu untuk keluar dan melihat-lihat pemandangan. Namun, kesempatan mengantarkan kakak kos ke Terminal Tirtonadi untuk pulang ke kampung halamannya di Cilacap kali ini membawa kebahagiaan tersendiri.
Tak hanya Gunung Lawu di pagi hari yang terlihat menawan. Langit berwarna biru kemerahan membuat saya melambatkan laju motor yang saya kendarai. Sengaja saya memngambil jalan memutar dan menemukan bahwa di beberapa tempat bahkan si Gunung Lawu itu terlihat lebih besar (hanya saja karena di jalan raya jadi tidak bisa sembarangan mengambil gambar :p).
Ternyata lagi, di depan SMA N 1 Solo, ada tenda Gudeg Ceker yang sudah ramai dikunjungi orang. Bahkan tukang parkir yang biasanya datang siang pun sudah sibuk mengatur mobil dan motor yang terparkir. Atau mungkin memang tenda itu hanya buka pagi, ya? Entahlah, pikiran ini sedang disibukkan oleh indahnya pemandangan pagi. 🙂
Pemandangan ini bisa pasti akan saya rindukan suatu hari nanti jika nasib membawa saya pergi dari Kota Solo tercinta ini. 🙂

Rujak (Rojak)

Rujak
Actually, we call this one as shredded rujak.
The other variant that have big slices of fruit is called lotis.
Both tastes the same and have the same recipe :D.

Ingredients:
An assortment of tropical fruits
palm sugar
chillies
salt

Steps:
1. Shred fruits.
2. Grind palm sugar, chillies, and salt.
3. Mix them.
Done 😀

~it’s spicy hot ‘n sweet~ 😀