Jalan Cerita Kita

The_Script__The_Camera_by_jakekimpton
gambar diambil dari deviantart.com
Pernahkah terpikirkan: kisah kita tak seindah novel, tak sedramatis sinetron, tak seromantis drama korea, tak sekeren biografi orang terkenal? Kenapa cerita kita tak sebagus itu? Kenapa cerita kita tak seinspiratif cerita mereka?

Cerita-cerita dalam film yang bagus, memiliki alur yang menarik. Dimainkan oleh aktor dan aktris yang memiliki akting yang menawan. Diambil gambarnya dengan mempertimbangkan angle yang bagus. Disutradarai oleh sutradara yang mumpuni. Jadilah sebuah film yang menuai sukses. Lalu kita terpukau olehnya. Dan seringkali berkata, “Aaaaahhh,,, enak ya… aku mau juga dong kayak tokoh utama di film itu…”

Cerita kita, juga sudah memiliki plot sendiri. Telah tertulis di lauhul mahfudz. Kita adalah pemain dalam lakon sandiwara kehidupan kita sendiri. Malaikat Raqib dan ‘Atid perekamnya. Lalu sutradaranya adalah sutradara terbaik di alam semesta: Allah Sang Maha Sutradara.

Film yang berkualitas dimainkan oleh pemain yang mengikuti petunjuk sutradara. Sudahkah kita mengikuti petunjuk-Nya?

Selain itu, film yang baik memiliki alur yang menarik. Menarikkah alur cerita kita? Tentu menarik karena Allah juga lah sang penulis naskah.

Lalu kenapa kita masih sering berpikir bahwa jalan cerita kita kalah hebat dengan film-film yang notabene disutradarai oleh manusia saja?

Sebagai pemain, mungkin kita terlalu banyak berimprovisasi. Bukan improvisasi dalam tanda kurung bagus. Seringkali kita berimprovisasi karena kita tidak sabar untuk mencapai puncak atau akhir cerita. Seringkali kita menginginkan yang instan: semudah menggosok lampu ajaib Aladdin.  Sutradara sudah memberikan kita ruang untuk berimprovisasi. Namun, ada batas dimana improvisasi tertentu akan merusak jalan ceritanya. Kitalah yang merusak jalan ceritanya.

Memang kita tidak pernah membaca naskah. Namun kita memiliki insting dan nurani yang berisikan naskah. Naskah yang sangat panjang yang bisa 5 kali lebih panjang daripada sinetron Tersanjung. Kita memiliki Al Qur’an dan Hadist yang berisi petunjuk sang Sutradara. Cerita indah bisa dimulai dari detik ini, sekarang!

Oleh karena itu rekan sesama pemain, jangan rusak jalan ceritanya. Jangan lakukan hal-hal terburu-buru yang berasal dari ketidaksabaran. Ikuti alurnya sesuai petunjuk Allah. Pepatah semua indah pada waktunya bukanlah tanpa usaha. Berusaha sebaik-baiknya mengikuti petunjuk sang Sutradara. maka semua akan indah pada waktunya.

– terinspirasi dari Bang Tere Liye dan Bung Saptuari

Advertisements

4 thoughts on “Jalan Cerita Kita

Mari berdiskusi... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s