Masih Tentang Angsana #2 w/ Tengil Edition

Saya kira musim angsana sudah berakhir. Namun rupanya doa-doa si kakak ini dikabulkan juga: berpose bersama ribuan kelopak kuning kecil yang berjatuhan dari tangkainya pada hari Sabtu, 16 November 2013. Peristiwa ini langsung saya laporkan ke markas besar Tengil Family di jejaring sosial whatsapp. Bos Tengil pun langsung berkereta ke Solo sore harinya demi Angsana. Nggg, sebenarnya memang memang sudah direncanakan sejak dua minggu sebelumnya sih :p. Dan UNS menyambut kedatangan si kakak setelah berbulan-bulan lamanya tidak ke Solo dengan menaburkan confetti kuningnya yang terkenal indah :D). Sayang kakak Tengil 1 harus mengurus sebuah acara di Jogja. Well, berdoalah Selasa (19 Nov 13) masih ada angsana untukmu, Kak. Allah benar-benar Maha Pengabul Doa seperti yang Dia lakukan untuk Bos Tengil. Oh, angsana, pesonamu benar-benar menyambar-nyambar. >.<

Image

Hari minggu pagi (17 Nov 13), heboh angsana sudah lama berlalu. Menyisakan kami berdua menyusuri UNS mencari spot-spot dengan guguran angsana paling tebal: 1) halaman parkir gedung B, 2) halaman parkir puskom, 3) jalan masuk FT Arsitektur, 4) pertigaan FE, 5) halaman hukum. Meski sudah terbasahi embun dan mulai kecoklatan, tak menyurutkan semangat kami untuk mengabadikan salah satu momen paling ditunggu di UNS ini. 🙂 Kebanyakan orang di hari minggu memang tersedot pada pesona makanan yang dijual di sunmor UNS di depan LPPM. Hanya ada tiga tim pemburu angsana (termasuk kami) sepanjang penyusuran di UNS. Satu tim terdiri dari dua model (sepertinya prewed) dan beberapa fotografer yang terlihat begitu profesional dengan kamera keren dan beberapa perlengkapan yang hanya muat dibawa mobil, satu tim lagi terdiri dari dua orang gadis muda dengan dandanan total dan satu kamera keren beserta tripot, serta tim kami yang berisi dua orang biasa nan apa adanya dan hanya dipersenjatai oleh kamera handphone (nunduk). Tapi hasilnya bagus-bagus >.<.

ImageImageImage

Image

Senengnya, keikutsertaan si kakak dalam kelas fotografi beberapa waktu yang lalu akhirnya berguna juga. Terutama berguna bagi modelnya yang dengan senang hati menawarkan diri jadi model (tunjuk hidung sendiri). Dan si model hanya bisa sebisanya meniru hasil jepretan sang kakak agar sama bagus dengan angle-angle yang diambil sang kakak (bisa dilihat perbandingan keprofesionalitasan fotografer dari foto-foto di atas dan di bawah T.T) .

ImageImage

ImageImageImageImage

Good job, kak Reni Purnaningsih. Selamat kembali ke kehidupan dewasa yang keras: bekerja dan belajar dan semakin dewasa. Lup u. >.<

p.s. special thanks to Oppo Find Piano smartphone, 😀

Advertisements

4 thoughts on “Masih Tentang Angsana #2 w/ Tengil Edition

Mari berdiskusi... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s