LDM

Tentang LDM (Long Distance Marriage)

Baru beberapa hari yang lalu masih woles bisa nulis secara tabah bahwa: kami berpisah sejauh ratusan kilometer dan kami baik-baik saja. Itu saat dimana kami belum menyadari bahwa rasa rindu itu bukannya dirasakan per hari macam sakit perut yang hari ini kerasa besoknya sudah sembuh. Sakit rindu alias malarindu itu berakumulasi, keesokan harinya bukannya jadi sembuh tapi malah makin akut. Kami menyadari itu 5 hari kemudian, dengan terburu-buru mengecek tiket kereta untuk akhir minggu ini dan tralala: habis, dek. Sudah masuk masa libur natal soalnya. Duh. Gigit jari T.T. Continue reading