LDM #2

~Masih tentang LDM :p

Manfaat LDM

Tak bisa dipungkiri bahwa sekuat dan sedewasa apapun seseorang, Long Distance itu rasanya ‘gitu’ banget. Apalagi bagi yang sudah nikah. Sekalinya Long Distance sama suami itu semacam newbie langsung masuk ke permainan level advance! Rasanya ‘gitu’ banget! >.<

Sudah 3 bulan saya LDM. Bagaimanapun caranya harus menemukan cara buat survive sehingga mampu menjaga perasaan suami buat tenang bekerja di rantau sana. Meski beberapa kali sempat keceplosan macam merajuk ngambek tak jelas, tapi sebisa mungkin harus menahan perasaan semacam itu.

Dari riset kecil-kecilan, badmood, ngambek tak jelas, dan rewel itu sebagian besar muncul dikarenakan: kita terlalu selo.

Siklusnya begini:

Nggak ada kerjaan –> ngambil HP –> Whatsapp (etc) –> cuma di-read doang (lagi sibuk dianya) –> galau melow –> badmood

Dan si badmood terkadang nggak mau pergi meski malamnya komunikasi sudah kembali lancar.

masih badmood –> dihubungi mas suami –> ada yang rancu sedikit –> salah paham –> WAR!!

Paginya, setelah mood kembali normal, keinget kejadian konyol kemarin. Merasa hina. Lalu gantian mas suami yang badmood. Lalu seharian kepikiran si mas yang lagi badmood. Mencoba mencairkan suasana lewat pesan singkat, cuma di-read doang. Galau lagi dan (bisa jadi) begitu seterusnya sampai nanti ketemu masih dalam kondisi yang tidak sehat (hubungannya). *ini hanya kisah nyata penulis setelah ditambah bumbu sana sini dan dibesar-besarkan sedemikian rupa sehingga menjadi penting dan patut untuk diperbincangkan* :p

Oleh karenanya sebisa mungkin masa-masa selo tersebut diisi dengan berbagai macam kegiatan bermanfaat. Sehingga ketika mas suami pulang, kita masih cerah ceria meski dicuekin seharian. LDM memang tak seindah tinggal seatap, namun jika dikelola dengan baik, LDM ternyata memiliki banyak manfaat:

1. Lebih kreatif dalam mengisi waktu

Waktu luang bisa dimanfaatkan dengan menekuni kembali hobi lama atau mungkin menemukan hobi baru. Bersepeda setiap weekend, merajut, menjahit, membaca novel, short traveling, mendaki gunung, atau sekedar nonton drama korea bisa menjadi alternatif yang menyenangkan untuk mengisi waktu. Pun ini nanti bisa bermanfaat saat si dia pulang. Hobi baru ini bisa jadi topik pembicaraan yang menyenangkan yang bisa dibahas saat jam kerja sudah usai. 🙂

travelling girl! Tangguh ~ (gambar diambil dari positivebalance.co.nz)

travelling girl! Tangguh ~ (gambar diambil dari positivebalance.co.nz)

Memanfaatkan waktu dengan mencoba hal baru ini terbukti ampuh dalam membunuh rasa rindu yang tiap detik muncul. #eak :p

2. Lebih fokus pada pekerjaan

Terpaksa fokus pada pekerjaan. Kalau tidak nanti banyak kerjaan terbengkalai atas nama rindu :p

Kerja, kerja, kerja! :D (gambar diambil dari lifehacker.com)

Kerja, kerja, kerja! 😀 (gambar diambil dari lifehacker.com)

3. Lebih banyak birrul walidain ke orang tua

Lebih sering pulang ke ortu bagi yang LDR ke ortu lebih dekat. Apalagi yang sudah menikah, pasti merasakan yang namanya diperebutkan oleh orang tua dan mertua :D.

jadi sering mudik deh :D (gambar diambil dari gadismamah.wordpress.com)

jadi sering mudik deh 😀 (gambar diambil dari gadismamah.wordpress.com)

4. Lebih rajin dan semangat ibadah

Lebih semangat dan khusyuk dalam beribadah. Semakin baik ditambah dengan memperbanyak ibadah sunnah. Karena yang Maha Cinta dan nomor satu sebenarnya justru yang paling dekat dengan kita. Allah selalu dekat dengan kita. Allah selalu mengabulkan semua keinginan kita dalam dua cara: sama dengan yang kita harapkan atau lebih dari yang kita harapkan.

“Dan Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka katakanlah sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang memohon apabila ia memohon kepadaKu. Maka hendaklah mereka memenuhi (panggilan/perintah)Ku, dan beriman kepadaKu agar mereka mendapat petunjuk (bimbingan)”. (Al-Baqarah: 186)

Dan berdoa salah satunya: Ya Allah, segera dekatkanlah kami :D.

Demikian yang bisa saya rangkum selama ber-LDM tiga bulan ini. Semoga iman kami selalu bertambah seiring dengan semakin dewasanya kami dan semoga kami selalu mampu memaknai hidup dengan kacamata yang selalu baik. 🙂 . Untuk para pasangan LDM di luar sana,tersenyumlah. Karena LDM tak selamanya menyedihkan. Bahagia atau tidak, kita lah yang memutuskan, bukan keadaan. Karena kita selalu bisa belajar dari segala macam jalan hidup yang telah ditakdirkan untuk kita. Karena pernikahan itu indah. Karena Allah itu dekat. 🙂

Advertisements

Mari berdiskusi... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s