Gething Nyandhing ~ Jakarta

Awal tahun lalu, Jakarta masih merupakan kota terkutuk: macet lah, banjir lah, sumpek, harga-harga mahal, banyak demo, dll dst dsb. Namun, tahun 2014 belum juga berganti, Jakarta sekejap menjelma menjadi kota impian. Sisa tahun kuhabiskan dengan menye-menye (kalau tak mau disebut menyedihkan) menyadari bahwa Kota Solo yang selama ini kubangga-banggakan perlahan redup pamornya.

Didasari pada kecintaan terhadap Kota Solo, sejak kuliah sampai akhirnya lulus juga, tersusunlah resolusi jangka panjang yang ciamik. Selama beberapa tahun rencana ini mengalami perubahan dan revisi di sana-sini sampai akhirnya ACC:

  1. Cari kerja di Solo
  2. Cari jodoh orang Solo (atau sekitarnya)
  3. Membeli atau membangun rumah di Mojosongo
  4. Punya dan membesarkan anak di Solo
  5. Menimang cucu di Solo
  6. Menghabiskan masa pensiun di Solo
  7. Meninggal dan dikubur di Solo

Solo. Solo. Dan Solo. Solo itu: metropolitan bukan, desa juga bukan. Mau wisata kuliner: banyak! Wisata budaya: banyak! Mau pintar: banyak sekolah dan universitas yahud. Mau menekuni hobi: tinggal ke Kalilarangan dan Beteng Trade Center. Mau belinji: PGS! Mau sering-sering pulang ke rumah Mommy: deket! Mau pigi-pigi: ada bandara, ada stasiun (3 stasiun bahkan untuk kota yang cuma seuplek!), dan Terminal Tirtonadi yang kece abis. Melenceng sedikit dari rencana bolehlah: Sukoharjo atau Karanganyar. Pokoknya jangan sampai ke Jakarta! Namun, baru juga terwujud yang pertama, rencana agung itu melenceng dengan indahnya di tahap dua.

Jakarta kini adalah kota yang indah. Dia adalah surga, tempat seseorang paling ganteng di muka bumi ini tinggal ❤ . Selama pernikahan yang sudah berusia setengah tahun lebih, bisa dihitung dengan jari berapa kali kuseduhkan kopi favoritnya, berapa kali kumasakkan sesuatu untuknya, berapa kali kucuci dan setrika bajunya. Eh, bukan, bukan, suami nggak nggaji saya jadi pembantu, itu tak lebih dari hobi semata :p .

Ada benarnya juga  apa yang dikatakan Pak Cik Ikal, “… seandainya kita bisa tahu dengan siapa kita akan berjumpa lalu jatuh cinta seperti tak ada lagi hari esok, maka beruk bisa melamar pekerjaan menjadi ajudan bupati!”

Stasiun Solo Purwosari
Hari Kepindahan, 28 Juni 2015.

Alhamdulillah, akhirnya bersama selamanya, aamiin Yaa Rabb :)

Alhamdulillah, akhirnya bersama selamanya, aamiin Yaa Rabb 🙂

Advertisements

Mari berdiskusi... :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s